Abah Yai Dr. Mohamad Sobirin Sahal (Gus Birin) dan Umi Nyai Dr. Karimatul Khasanah (Ning Iim)

👤 Abah Yai Dr. Mohamad Sobirin Sahal

Mursyid Thariqah Qadiriyah – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Djazuli

Abah Yai Dr. Mohamad Sobirin, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Birin oleh santri-santri awal beliau, dan yang kami sapa dengan “Abah”, adalah Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sunni Al-Djazuli, Banyumas, Jawa Tengah. Pesantren ini didirikan oleh Syekh KH. Hasan Djazuli—buyut dari istri beliau—seorang ulama besar sekaligus salah satu mursyid awal Thariqah Syadziliyyah di Indonesia. Sebagai generasi penerus, Gus Birin menjaga estafet keilmuan dan spiritualitas pesantren dengan tetap berpegang pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bingkai tasawuf dan ilmu-ilmu Islam klasik.

🕌 Kiprah Pesantren dan Keilmuan Tradisional

Di bawah asuhannya, Pondok Pesantren Al-Djazuli terus menekuni kajian Islam klasik (‘ulum al-din) secara mendalam dan berjenjang, khususnya dalam bidang:

  • Tafsir: Tafsir Yasin, Tafsir Jalalain, Tafsir As-Showi, Tafsir Murah Labid
  • Hadis: Shahih Bukhari, Shahih Muslim
  • Fiqih Madzhab Syafi’i: Fath al-Mu’in, I’anah at-Thalibin, Tarikh at-Tasyri’
  • Tauhid: Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ummul Barahin, dan lainnya
  • Tasawuf: Ihya’ Ulum ad-Din, Tanbih al-Ghafilin, Nasaih al-‘Ibad
  • Akhlaq dan Tarbiyah: Ta’lim al-Muta’allim
  • Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan Arudh: Penguatan alat baca kitab secara intensif dan sistematis
  • dan kitab-kitab yang lainnya dalam fann yang sama atau berbeda

🎓 Akademisi dan Peneliti

Di luar pesantren, Abah juga aktif sebagai dosen dan peneliti di perguruan tinggi Islam negeri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu:

  • UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN SAIZU)

Beliau mengampu mata kuliah di bidang studi Islam, keilmuan hadis, tasawuf, dan kajian-kajian pemikiran Islam kontemporer. Selain itu, Abah juga sangat sering diminta menjadi dosen tamu dan pembicara di berbagai universitas di luar negeri, seperti Jerman, Kamboja, Malaysia, Filipina, dan lainnya.

📚 Riwayat Pendidikan Formal

Abah menempuh pendidikan tinggi dalam bidang Studi Islam sejak S-1 hingga S-3 melalui program internasional yang berbasis di Indonesia. Saat menjalani program doktoralnya, beliau mengikuti program short course akademik di Jerman tahun 2015 yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan George August Universitat Goettingen, dengan support program dari DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) —pengalaman ini turut memperkaya cakrawala akademik dan pemahaman lintas budaya beliau dalam konteks global.

🕋 Latar Belakang Non-Formal dan Pesantren

Meski dikenal sebagai akademisi, fondasi keilmuan dan spiritualitas Abah sejatinya justru bertumpu kuat pada pengalaman belajarnya selama lebih dari 20 tahun di Madrasah Diniyah dan Pesantren Salafiyah di Jawa. Dari lingkungan pesantren inilah beliau menyerap semangat khidmah, adab keilmuan, serta nilai-nilai luhur dalam tradisi Islam Nusantara.

🌿 Mursyid Thariqah Qadiriyah & Aktivitas Ruhani

Sebagai mursyid thariqah, Abah memimpin langsung Al-Majlis Al-Qadiri, majelis thariqah Qadiriyah yang aktif menyelenggarakan:

  • Pengajian kitab Fath Rabbani karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani (secara daring dan luring)
  • Dzikir berjamaah dan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  • Suhbah ruhani dan istighasah
  • Bimbingan spiritual bagi murid-murid tarekat Qadiriyah di Indonesia dan Asia Tenggara